Tips Meningkatkan minat baca anak
Sebuah pengalaman menarik dialami oleh anakku yang pertama. Pada usianya yang ke-4 ternyata dia sudah bisa membaca lancar. Bahkan untuk membaca koran sekalipun sudah bisa. Sekarang di belum mau tidur kalau belum membaca terlebih dahulu. Yang lebih menarik lagi dari dia adalah, saya selaku orang tua tidak secara kontinyu mengajarkannya membaca. Maklum keterbatasan waktu untuk selalu bisa bertemu dengan anak-anak, membatasi niat untuk bisa mendampingi mereka saat belajar.
Apa yang membuat dia bisa begitu ? Berikut ini barangkali perlu saya share tentang pengalaman yang saya alami bersama anak saya dalam rangka meningkatkan minat baca mereka:
- Carilah buku-buku bergambar menarik dan upayakan juga isinya menarik untuk anak, seperti buku-buku dongeng atau komik-komik seperti Dora emon, maupun Naruto.
- Pada saat mereka belum bisa membaca, bacakan buku-buku itu menjelang mereka akan tidur. Atau sering disebut dongeng sebelum bobo.
- kalau sudah terbiasa selama 1 bulan, Mereka akan selalu menagihnya jika tidak ada satu malam tidak dibacakan dongeng.
- Layanilah mereka dengan sabar, namun cobalah bacakan cerita tetapi putus jangan sampai selesai dan biarkan mereka penasaran.
- Kalau anak minta untuk meneruskan cerita, bilanglah kepada mereka,”makanya adik bisa baca sendiri, sehingga nanti bisa membaca semua buku cerita yang mama belikan”.
- Ulangilah langkah no 4 dan 5 secara terus menerus, maka nanti anak akan mempunyai motivasi untuk bisa membaca sendiri dengan amat besar.
- jangan lupa Bapak/ Ibu pada saat-saat luang selalu mengajak mereka pergi ke toko buku untuk mengajaknya memilih buku-buku cerita sesuai keinginannya. Biasanya mereka akan memilih buku yang ada gambar-gambarnya yang bagus. Biarkan mereka memilih sesuai kehendak mereka sendiri.
- Kalau mereka belum bisa membaca pasti akan segera minta di ajari membaca. Gunakanlah buku-buku belajar membaca yang tidak dengan mengeja. Sebagaimana halnya membaca Iqro’ pasti akan lebih cepat bisa. Sekarang sudah banyak buku-buku belajar cepat membaca tanpa mengeja.
Beberapa cara meningkatkan minat baca anak
Sumber: Ibu-ibu DI
Ibu, ini ada beberapa tips untuk meningkatkan minat baca anak:
1. Bacakan buku untuk anak setiap hari (jadikan kebiasaan).
2. Usahakan buku mudah dilihat dan dijangkau oleh anak
3. Ajak anak ke tempat yang ada di buku
4. Bacakan dengan ekspresi
5. Lakukan dengan kegiatan mendongeng.
6. Perkenalkan anak pada bacaan-bacaan yg ada di sekitar kita
7. Beri kesempatan mengarang
8. Libatkan seluruh anggota keluarga
9. Ajak anak bereksperimen
10. Mulai dengan orangtua membaca
11. Hargai buku, berikan sebagai hadiah
12. Lakukan dengan gembira [An]
Memang agak susah meningkatkan minat baca pada anak kalau orangtua tidak mulai dari diri sendiri. Tapi kebetulan ada satu cara menarik yang dipakai di sekolah untuk meningkatkan minat baca anak. Di sekolah ada yang namanya Reading Campaign. Anak-anak punya kesempatan 2-3X seminggu untuk pinjam buku dari library, biasanya sehari/dua hari setelah itu anak-anak akan ditanya isi buku yang mereka pinjam. Bentuknya bisa mereka yang diminta untuk mengulang cerita tersebut di depan kelas, ataupun menjawab pertanyaan dari guru seputar isi buku yang dibaca. Bagi yang bisa menjawab atau menceritakan dengan baik, bakal dapat "stamp" di bagian belakang buku harian anak yang memang disediakan untuk catatan buku yang sudah dibaca. Di akhir semester nanti ada pengumuman 10 anak pembaca buku terbanyak dan mereka akan dapat hadiah. Terbukti cara ini efektif sekali memancing minat baca anak-anak, semua jadi berlomba membaca utk mendapatkan sebuah "stamp".
"You may have tangible wealth untold : Cackets of jewels and coffers of gold Richer than I you can never be - I had a Mother who read to me - Strickland Gillilan – [DN]
Karena suksesnya program ini, kalau tahun yang lalu hanya diadakan sekali, tahun ini program akan secara berkesinambungan dilakukan sepanjang tahun. Dan bukan hanya buku-buku bahasa inggris yang 'disarankan' untuk dibaca, tapi juga buku-buku bahasa indonesia akan diperbanyak. DN, di kelas anakku malah ada hadiah tambahan yaitu berupa drink voucher kalau bisa mengumpulkan 20 stamps, kata anakku. Semangat sekali dia, setiap hari pulang dengan laporan : ma, today i got another another stamps, so I have .... stamps now. Padahal drink voucher itu murah sekali, tapi yang penting buat anak-anak adalah penghargaan terhadap usaha mereka. Bagus sekali, Aku juga jadi terpacu juga, tambah rajin membacakan cerita buat anak-anak tiap malam. Biar masih ada kerjaan, biar mata sudah rapat, biar anakku sudah bisa membacakan buat adiknya, aku tetap usahakan membacakan buat mereka [Stl]
Wah, di Jakarta rasanya sekolahnya bagus ya? Sekolah di Surabaya sepertinya belum terlalu menekankan pada minat baca anak. Aku sendiri kan punya toko buku dan mainan anak di rumah, tapi susah sekali kalau mau jual buku, yang laku selalu mainan. Kalau ditawari buku biasanya mamanya selalu bilang belum bisa baca, atau takut disobek, dan lain-lain. Pokoknya susah sekali kalau memasarkan buku. Paling-paling yang laku buku mewarna atau komik. Di Surabaya juga jarang ada pameran buku anak atau semacamnya. Padahal pengalamanku sendiri, buku bisa membuat anak lebih tenang, tidak rewel. Kalau aku lagi repot, biasanya anakku aku kasih buku, biar belum bisa baca tapi dia suka lihat gambarnya, dan itu sudah cukup untuk membuat dia sibuk [Crln]